CASE STUDY

SULITNYA MEMAHAMI “PUISI”

By Akhmad Mundir, S.Pd.

Letak SDN Gambiran I berada pada 15 km dari jantung kota kabupaten Jombang tepatnya di kecamatan Mojoagung dengan kemajmukan  kultural dan karekter yang berbeda-beda dari siswa dalam lingkungan keluarga yang berbeda membawa pengaruh besar pada intake siswa dalam proses pembelajaran pada kompetensi dasar yang akan disampaikan guru. Tepatnya di semester 1 tahun pembelajaran 2009/2010 pada  mapel Bahasa Indonesia di kelas 5 dengan Mendeskripsikan Puisi sebagai KDnya.

Pada waktu pembelajaran dimulai guru masuk kelas dengan membawa satu topik atau tema pembelajaran. Sebelum pembelajaran guru harus sudah mempersiapkan perangkat pembelajaran antara lain, Silabus, RPP dan instrument penilaian hasil belajar siswa serta analisis. Proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan RPP yang dibuat oleh guru.

Prosedur pembelajaran lebih awal guru harus memberi motivasi kepada siswa lalu memberikan apersepsi dahulu dengan sebuat pertanyaan “ Apakah Anak-anak pernah menulis sebuah pusi bebas?”….”Belum bu…” sebagian siswa menimpali “ Pernah bu…”. Apersepsi ini bertujuan agar siswa dapat memahami dan dan mengetahui topik pembelajaran yang akan dipelajari. Setelah siswa dapat menemukan topik pembelajaran dengan bantuan guru mengaitkan kemampuan siswa atau menggali pengetahuan siswa dengan kehidupan sehari-hari baru guru meluruskan dan menegaskan tema yang akan dipelajari kebetulan penulis menganggkat tema lingkungan dengan kompetensi dasar mendeskripsikan puisi. penulis menyampaikan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran adalah siswa mampu mendeskripsikan isi puisi yang telah dibacakan oleh guru.

Kegiatan inti langkah awalnya adalah guru membacakan satu puisi anak yang berjudul “AIR”. Guru memberi contoh bagaimana cara mendeklamasikan puisi terlebih dahulu, setelah itu guru memberi pengarahan kepada siswa bagaimana cara memahami isi sebuah puisi lalu mengubah puisi menjadi bentuk cerita narasi. Guru menugaskan siswa untuk menceritakan kembali isi puisi yang telah dibacakan sesuai dengan pemahaman masing-masing siswa dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami orang lain.

Dalam kegiatan inti di sini guru dituntut untuk kreatif bagaimana cara memberi motivasi kepada siswa, mengarahkan dan memberikan gambaran agar siswa memahami materi karena kemampuan siswa yang berbeda-beda ada yang mampu memahami isi puisi dan menceritakan kembali ada yang tidak memahami. Pada proses pembelajaran terdapat bermacam-macam tingkah laku diantaranya ada yang selalu bicara pada saat guru menerangkan meskipun sudah ditegur berkali-kali tetap saja, ada yang hanya diam saja meskipun dia mengerti atau tidak dia tidak pernah bertanya, ada yang tidak bergairah mengikuti pelajaran karena kecapekan atau mengantuk, ada yang suka menoleh atau memperhatikan temannya, ada juga sering keluar selalu dengan alasan  ke kamar mandi. Saya dapat menyimpulkan beberapa faktor yang menyebabkan kenapa siswa tidak memahami dan tidak mampu mendeskripsikan puisi karena (1) siswa tidak memahami isi puisi, (2) siswa merasa tidak mampu untuk bercerita, (3) siswa merasa binggung bagaimana memulai bercerita, (4) siswa malas untuk memahami dan bercerita.. Pada saat siswa disuruh untuk mendeklamasikan puisi di depan kelas ketertarikan akan hal itu terlihat dengan antusiasme siswa yang ingin maju, padahal KD pembelajaran adalah mendeskripsikan puisi tapi siswa lebih suka mendeklamasikan puisi, namun  guru dapat mengambil nilai positifnya bahwa ada ketertarikan untuk mempelajari bagaimana mendeklamasikan puisi yang baik dan benar dalam diri siswa. Guru telah menentukan waktu pengumpulan hasil kerja siswa lalu guru melakukan penilaian sesuai dengan instrumen penilaian yang telah dibuat oleh guru.

Kegiatan akhir setelah melihat hasil kerja siswa guru memberikan kesimpulan bahwa mayoritas siswa belum memahami isi puisi dan belum mampu mengubah puisi menjadi bentuk narasi. Berdasaarkan hasil kerja siswa maka guru memberikan tindak alanjut dengan memberikan tugas kepada siswa untuk membaca dan memahami isi puisi.

Berdasarkan kegiatan pembelajaran dari awal hingga akhir dengan melihat hasil kerja siswa saya sebagai guru kelas SDN Gambiran I merasa kecewa karena hasil belajar siswa tidak sesuai dengan indikator yang ingin dicapai. Penggunaan motode pembelajaran yang tidak sesuai dapat menjadi penyebab ketidakberhasilan pembelajaran , oleh karena itu guru akan menggunakan metode yang berbeda dalam pembelajaran yang akan datang misalnya metode kooperatif think pair and share untuk meningkatkan pemahaman siswa dan kemampuan menarasikan puisi. Selain rasa kecewa juga terdapat perasaan senang karena siswa tertarik untuk mendeklamasikan puisi dengan baik dan benar sebab dapat dijadikan poin plus pada waktu lomba PHBN bidang kesenian membaca puisi sudah mendapat calon-calon tinggal membimbing.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s